Beberapa Majas Kurang Populer yang Ternyata Sering Kamu Gunakan
“Catokan gue meledak! Padahal gue nggak bisa hidup tanpa catokan!”
“Anyep, nggak usah lebay deh...”
Percakapan kayak gini sering banget terdengar di kalangan anak muda masa kini. Yang masih inget pelajaran bahasa Indonesia di sekolah pasti tahu segala yang lebay-lebay ini termasuk ke dalam majas hiperbola. Majas ini jadi populer banget, bahkan rasanya cuma majas ini yang kita ingat. Padahal bahasa Indonesia punya banyak majas lainnya. Tanpa sadar, kamu pasti sering pakai majas-majas ini dalam keseharian. Coba lihat nih.
Metonimia
Majas ini menggunakan ciri atau label dari suatu merk untuk menggantikan kata benda itu. Misalnya, “Beli indomie aaah.” Indomie dipakai untuk menggantikan kata ‘mie instan’. Padahal belum tentu yang dibeli itu merk Indomie. Ini karena kita udah akrab banget sama merk ini dan apapun mie instan yang dimaksud, yang disebut pasti indomie. Nyunyu pernah nulis juga beberapa contoh lain dari majas metonimia di artikel ‘Benda Sehari-hari yang Biasa Kita Sebut Dengan Merknya’.
Litotes
Majas yang menyatakan sesuatu secara berlawanan, biasanya dengan mengecilkan atau mengurangi sesuatu yang dimaksud. Tujuannya untuk merendah. Contoh: “Ayo, makan, jangan malu-malu. Maaf nih, cuma ada nasi dan air putih.” Padahal nggak gitu juga. Ada lauk dan sayur untuk teman nasi, tapi maksudnya makanan yang disajikan sederhana.
Kalau anak sekarang suka pake juga buat pamer. Misalnya, “Akhirnya ada uang sisa buat jajan dikit...” sambil posting foto ke Path. Padahal jajannya tas LV sama iPhone 9.
“Biar gembel, yang penting punya sendiri, cyin.”
Personifikasi
Dipakai untuk membandingkan benda nggak bernyawa dengan kata-kata yang akan membuat mereka seakan bisa punya sifat kayak manusia. Contohnya, “Aku bertanya pada rumput yang bergoyang dan akhirnya dia memberiku jawaban.” Gitu deh.

Metafora
Majas ini pakai kata atau kelompok kata untuk membandingkan. Tapi nggak sembarang kata aja. Kata yang dipakai biasanya punya persamaan dengan yang dibandingkan. Pasti kamu sering denger dan juga sering pakai majas ini. Misalnya seseorang disebut ‘tulang punggung keluarga’ karena dia memang pencari nafkah dan otomatis jadi orang yang menopang keluarganya, kayak tulang punggung yang menopang tubuh kita. Contoh lainnya: “Dia tahu banyak banget soal musik, udah kayak kamus musik berjalan.”

\

Pleonasme
Dipakai untuk menegaskan arti suatu kata dengan cara menggunakan kata-kata yang berlebihan. Misalnya, “Anak-anak, cepat turun ke bawah! Bantuin Mami bawa belanjaan!” Padahal, yang namanya ‘turun’, udah pasti ke bawah, kan?
Si Mami menegaskan aja, supaya anak-anaknya cepat turun untuk bantu maminya. Atau bisa juga karena salah satu anaknya suka nyasar, kalau disuruh ‘turun’ malah lari ke atas genteng.

Itu dia beberapa majas yang mungkin kurang populer, tapi sebenarnya sering kita pakai sehari-hari. Lain kali kita bahas yang lain, ya. Yang mau nambahin contoh kalimat untuk majas-majas di atas, atau punya pengetahuan soal majas lain yang sering dipake sehari-hari, silakan tulis di kolom komen di bawah yaaa...

0 komentar:
Posting Komentar